Senin, 06 Februari 2012

Menggembala 5 domba tapi sehat semua VS menggembala 1000 domba tapi penyakitan

Seorang pendeta Korea berkata:"Lebih baik menggembala 1 jemaat tapi masuk sorga, daripada menggembala 1000 jemaat tapi semua masuk neraka" katanya bersemangat. Aku tercenung, :"benar juga, " kataku dalam hati.
Ada kemungkinan seorang pendeta terobsesi memiliki 1000 jemaat atau mungkin 100 ribu jemaat. Ya,  mungkin obsesi ini ngak dosa. Tapi masalahnya, mampukah dia melakukan tugas penggembalaan sebanyak itu dengan baik? Kalau tidak, apalagi kalau dia sendiri menjadi batu sandungan, lantaran tidak dapat menjadi contoh yang baik, bukankah ia hanya akan mengacau jemaat Tuhan? Karena soal menggembala tak sekedar berkotbah dan mengajar, tapi juga soal keteladanan, soal kepedulian, soal apalagi: perlindungan, pertolongan, soal mengobati, soal menyembuhkan, soal memotivasi dan lain sebagainya.
Lebih parah lagi kalau seorang pendeta melihat jumlah jemaat sebagai aset untuk menghimpun duit , sehingga kalau jemaat banyak berarti persembahan melimpah dst. Tentu ini merupakan tujuan yang keliru besar.
Yesus melakukan pemuridan kepada ke 12 orang murid pilihan-Nya, walau satu diantaranya seperti telur busuk yang gak menetas (Yudas Iskariot). PEMURIDAN. Inilah metode yang lebih menarik untuk bagaimana seseorang menggembalakan lainnya.
Jika seorang Kristen sudah terbentuk secara benar, sudah dewasa rohani, kemudian dia memuridkan (menggembala) misalnya 4 orang saja dulu, lalu ke-4 muridnya terbentuk menjadi dewasa rohani "setara" gurunya atau lebih, dan masing2 menggembala 4 orang lagi, maka di level ini sudah ada 21 orang dewasa rohani. Jika pemuridan terus berlanjut, didapat 85 orang dewasa rohani. Ini kalau dengan asumsi bahwa satu orang hanya memuridkan 4 orang saja (masih masuk akal).
Jadi, bukan soal jumlah jemaat (murid) yang penting, namun mutu jemaat yang dapat diawasi, dibina, ditolong, dibimbing dengan baik.
Aku yakin, bahwa jika - seandainya - seseorang hanya dipercaya menggembala satu orang saja (misal seorang suami yang menggembala satu istrinya saja) tapi berhasil "membawa istrinya ke sorga" , maka dia dianggap sudah bekerja dengan baik.
Tapi aku tidak yakin, jika seorang pendeta "besar" dengan jemaat puluhan ribu, tapi semuanya masuk neraka, maka pendeta itu boleh masuk sorga. Sebab tentu ada sesuatu yang salah sehingga semua jemaat yang dalam asuhannya , semuanya masuk neraka, kecuali kalau semua jemaatnya memang "ditentukan Allah untuk dihukum", he he,.. tapi ini paling hanya alasan untuk membenarkan diri.
Jadi, Jika Anda hanya diberi kepercayaan menggembala SATU ORANG saja, menurutku, Anda tak perlu cemas, yang penting curahkan kepedulian Anda dengan baik kepada "domba" yang dipercayakan Allah kepada Anda. Namun aku juga yakin, jika Anda sungguh2, Tuhan akan tambahkan jumlah "domba" untuk Anda gembalakan, karena :"Siapa yang dapat dipercaya dengan perkara yang kecil, maka kepadanya akan dipercayakan tanggung jawab yang lebih besar".
Salam.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar